Thursday, August 23, 2007

Getar

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (kerananya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (Iaitu) orang-orang yang menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa darjat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia"
(Surah Al-Anfal: ayat 2-4)

Bagaimana, bergetar tak jiwa kita bila baca ayat nie?

Wednesday, August 22, 2007

The remainings

Pair of Swarovski' s tortoises
Assalamualaikum and good day to all.
Sorry for my absence.
It's a combination of both intentionally and unintentionally reasons for not updating this blog for quite a while, but I guess you guys can guess the reason why.
I'm in my mid final year, final semester of my whole life as a university student, so lots of things need to be done~ datelines, assigments, reports, resumes, interviews, whats nots. Also included some personal stuffs and social obligation activities, for that matter.Hahha.
My university's will conduct a convocation ceremony soon, thus we expect lots of seniors will be back in the university starting today.Welcome home, folks. Happy graduating :) (ehemm somebody owe me belanja makan sebab baru dpt keje kat Penang! Kan akak kan:P)
Not to forget my two dearest best friends in school, Syamott and Vinci who just earned their scroll in the past few weeks. Thousand apologies for not being there on your memorable day. I regret for not having the chance to hand Syamott her favourite white lilies and sebakul Ferrero Rocher as demanded by Vinci. But hey, my wish and prayers always with both of you, every now and then. (lagipun saya tak grad lagi, nanti saya jeles plak tengok korang.huhu. OK laa..later when we meet sila tuntut hadiah2 tersebut daripada saya okeh!!)
Besides, I'm living my life to the fullest in my (insya Allah) the final few months in the university. Lots of juniors to be met, to had sharing sessions and spend time makan-makan together, lots of friendship to be sustained and kept forever, many inspired lecturers to be envied and appreciated, the remains of my FYP that need to be completed and create a remarkable end of it-and the list goes on and on and on.
Ironically, I'm still in the university but most of my time I've started to imagine my life after I graduate, and how I will miss all memorable moments I cherished here when I leave the place
for good..( rasa cam pathetic pun ade gak.Huhu.Mungkin inikah sindrom final semester student??)
Life just have to go on, no matter what happen. So live life wisely, as it is too short to be wasted. When time passed by, there's no turning back, but the values and experience earned from the past is the most precious to a led a better life in the future, in here and in the hereafter.
Wallahua'lam.

Saturday, August 11, 2007

All You can Eat?

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.

Saya sangat tertarik dengan tagline yang saya jumpa di laman web Ustaz Hasrizal (link boleh didapati di kanan anda, post mana bolehlah anda cari sendiri ya) yang berbunyi :

LIFE IS ALL-YOU-CAN-EAT BUFFET.

Maksudnya lebih kurang seperti kebaikan dalam kehidupan ini adalah untuk dinikmati bersama, bukan sendiri-sendiri, atau bersifat eksklusif untuk sesetengah orang sahaja. Atleast, beginilah lebih kurang yang saya fahami.

Macam selalu saya buat, saya telah terr-tukar sedikit perspektif ayat ini lebih kurang 90 darjah. Sekilas pandang, saya sangkakan tagline ini bermaksud lain: Iaitu kehidupan ini adalah seperti buffet yang boleh kita makan semuanya kalau kita mahu, tapi persoalannya perlukah kita makan semuanya walaupun itu yang dihidangkan di depan mata kita?

Saya teringat lebih sebulan lalu apabila Ma belanja kami sekeluarga makan buffet sebab dapat diskaun untuk buffet dinner itu. Memang banyak sangat makanan, daripada kambing panggang, western food, oriental food, pelbagai jenis rendang (rendang pucuk pegaga pun ada!!=P), desserts sampailah ke buah-buahan tempatan termasuk durian, semua pun ada. Pendek kata memang meriah la. Tapi secara realitinya, kami takpun makan setiap satu makanan yang disediakan. Tak larat satu hal, satu lagi sebab tentulah setiap orang ada preference masing-masing.Jadi hanya makanan yang disukai je dipilih, yang selebihnya tak dimakan pun.

Ok itu semua analogi je sebenarnya. Nak cakap sebenarnya kehidupan kita ni pun macam buffet tu jugak, segalanya terhidang di depan mata, yang baik, buruk, segalanya ada.Kalau kita nak, memang kita boleh ambil semua sekali, tapi perlukah kita ambil semua? Dan terpulang kepada kebijaksaan iman dan akal kita memilih yang mana kita mahukan dalam hidup. Bukannya main redah je semua, yang buruk, baik, semua kaut... dengan alasan hidup ini hanya sekali, atau pun kita ni masih muda lagi, jadi kita ENJOY!! (oops, macam penah dengar je kan??)

Satu lagi mindset masyarakat yang pernah saya bincangkan dengan ibu bapa saya.Yup , kami berbincang dari sekecil-kecil hal sampai la isu-isu semasa. Seronok :) Situasinya, ramai orang beranggapan kalau seorang lelaki pergi ke negara jiran (baca :Thailand, specifically : Bangkok) terutama kalau pergi tanpa keluarga atau isteri, mesti ada maksud lain (anda faham kan?). Jadi para isteri dan ibu pun risaulah yang teramat, fikir yang bukan-bukan kalau suami outstation ke sana. Tapi jawapan ibu dan ayah saya senang saja. Kalau kita betul cari benda tu, mesti kita akan jumpa. Tak payah pergi ke Bangkok pun, di KL sahaja dah banyak hotspots sebegitu. Kalau tak cari, tak jumpalah! Senang kan:) Orang yang jumpa tu dia memang sendiri pergi cari. Kalau niat baik untuk bekerja atau melancong saja, insya Allah tiada masalah. Kesimpulannya jangan cari penyakit..

Life is all about choices. So choose!
(Idea ini dicedok daripada seorang motivator yang terkenal dengan program Take Charge!nya. Siapa? Boleh cari sendiri ya..google pun boleh:)

Haa panjang tak kupasan pemahaman yang saya fikir apabila membaca tagline di atas tu, walhal maksudnya agak lari daripada maksud sebenar penulis dalam rencana asalnya kan. Tapi tak kisah la, asalkan kita dapat ambil pengajaran daripada apa-apa yang kita buat, lihat, dengar dan rasai.

Its amazing how human's brain works, isn't it :)

Thursday, August 09, 2007

Solution

Salam,

I've found the solution of my problem =)

http://www.flickr.com/photos/norshahira/

Words are main priority in this blog, but pictures can be seen there..

Enjoy=)

AZAN: THE AMAZING PHENOMENON

**This article is too good not be pasted in this blog. Eventhought I've read this before, I still found it's so amazing! Subhanallah=) Thanks Emmet for forwarding this via email.

Amazing as it sounds, but fortunately for the Muslims of the world, it is an established fact. Have a lookat a map of the world and you will find Indonesia on the eastern side of the earth. The major cities of Indonesia are Java, Sumatra , Borneo and Saibil. As soon as dawn breaks on the eastern side of Saibil, at approximately 5:30 am local time, Fajar Azaan begins. Thousands of Muazzins in Indonesia begin reciting the Azaan. The process advances towards West Indonesia . One and a half hours after the Azaan has been completed in Saibil, it echoes in Jakarta . Sumatra then follows suit and before this auspicious process of calling Azaan ends in Indonesia, it has already begun in Malaysia .

Burma is next in line, and within an hour of its beginning in Jakarta, it reaches Dacca, the capital ! city of Bangladesh . After Bangladesh , it has already prevailed in western India , from Calcutta to Srinagar . It then advances towards Bombay and the environment of entire India resounds with this proclamation. Srinagar and Sialkot (a city in north Pakistan )have the same timing for Azaan. The time difference between Sialkot , Quetta ,and Karachi is forty minutes, and within this time, Fajar Azaan is heard throughout Pakistan . Before it ends there, it has already begun in Afghanistan and Muscat .

The time difference between Muscat and Baghdad is one hour. Azaan resounds during this one hour in the environments of Hijaaz-e-Muqaddas (Holy cities of Makkah and Madinah), Yemen , United Arab Emirates , Kuwait and Iraq . The time difference between Baghdad and Alexandria in Egypt is again one hour. Azaan continues to resound in Syria, Egypt , Somalia and Sudan during this hour. The time difference between eastern and western Turkey is one and a half hours, and during this time it is echoed with the call to prayer. Alexandria and Tripoli (capital of Libya ) are located at one hour's difference. The process of calling Azaan thus continues throughout the whole of Africa . Therefore, the proclamation of the Tawheed and Risaalat that had begun in Indonesia reaches the Eastern Shore of the Atlantic Ocean after nine and half hours.

Prior to the Azaan reaching the shores of the Atlantic , the process of Zohar Azaan has already started in east Indonesia , and before it reaches Dacca , Asar Azaan has started. This has hardly reached Jakarta one and half hours later, the time of Maghrib becomes due, and no sooner has Maghrib time reached Sumatra, the time for calling Isha Azaan has commenced in Saibil! When the Muazzins of Indonesia are calling out Fajar Azaan, the African Muazzins are calling the Azaan for Isha.

If we were to ponder over this phenomenon thoughtfully, we would conclude the amazing fact that there is not even a single moment when hundreds of thousands of Muazzins around the world are not reciting the Azaan on the surface of this earth. Even as you read this aterial right now, you can be sure there are atleast thousands of people who are hearing and reciting the Azaan!!!

Allah said, "If you are ashamed of me, I will be ashamed of you."

-Yes, I love Allah. Allah is my fountain of Life and My Savior. Allah keeps me going day and night. Without Allah, I am no one. But with Allah, I can do everything. Allah is my strength-

Sunday, August 05, 2007

Nak pindah, taknak pindah..nak pindah ke, taknak pindah..

Hmmm.

What do you think?

(pindah blog host for that matter ye, jangan buat spekulasi sudah..)

Friday, August 03, 2007

Rajuk

Saya merajuk dengan blogspot yang tidak membenarkan saya upload sebarang gambar.
(nak edit HTML pun tak boleh!!)

Akan kembali apabila rajuk saya hilang.

Sekian.

Friday, July 27, 2007

Of influencing and creating impacts

I would want to post some pictures, but then mr blogspot here won't allow me to do so. (Technical problem maybe?Or is it my computer?)

OK then, nevermind.It doesn't matter anyway.

But personally, it does. I love browsing through websites or blogs which have beautiful and colourful designs with plenty of pictures in it. I mean, who doesn't?

That rings a bell in my head. The same concept should be applied in various other situations, e.g during presentation, verbal communication or even writing as a matter of fact. This is all about influencing, convincing and attracting others to listen or read your thoughts. To convey your messages by any means, verbally or literally, you must have various methods and attractive ones too. This includes visual aids, body language, gestures, voice intonations, different ways of writing.. (okay, now I sounds like a PCS or Technical Writing lecturer pulak..)

To make things simple, I just want to say :

If you write a blog, make it simple, interesting and understandable. Convey your message clearly and add some personal touch in it. Most readers love personal touch. Copy paste thingy seldom give remarkable impacts, seriously.

If you make presentation or public speaking, include appropriate emphasization in important keypoints, continuous eye contacts with your audience and good body language as well.

If you communicate with others, say it from the heart, because it would receive by another heart too. Be sincere, regardless your method of approaching. Sincerity always works.

I'm not really sure why I'm writing this, but most probably due to my observations to the other new bloggers or my juniors who are still in early stage, to learn to convey their thoughts and messages to other people. Nonetheless, I'm not that good, and I'm still learning too although I can be considered as `warga tua' in the campus. Hehe. Just want to give a few humble opinions and suggestions, that won't harm anyway.

Learn from cradle to the grave, right?

Tuesday, July 24, 2007

Dresscode

Assalamualaikum dan salam sejahtera.

Baru-baru ini saya ada terbaca tentang ulasan mengenai kod pakaian (dresscode) yang semakin diabaikan oleh generasi masa kini. Tak silap, ulasan itu datang dari Presiden Persatuan Pengguna Pulau Pinang yang memang sering menjuarai isu-isu kemasyarakatan seperti ini.

Teringat tentang `portfolio' atau tugasan saya seminggu lalu apabila menjadi fasilitator pelajar baru. Perkara yang saya sering utarakan adalah dresscode atau pun `attire' setiap pelajar, baik pelajar baru ataupun fasilitator sendiri. Satu garis panduan disediakan untuk pelajar ikuti sepanjang minggu orientasi yang bertujuan untuk mendisiplinkan mereka dan membiasakan mereka dengan pemakaian sopan, kemas dan cantik. Salah ke berpakaian sopan, kemas dan cantik?? Perkara yang sama digariskan dalam peraturan universiti, yang saya yakin ada juga di dalam buku peraturan universiti lain. Tapi hakikatnya ramai yang tak tahu, atau lebih tepat tak nak ambil tahu, ataupun degil jugak nak pakai baju selekeh, seksi atau tak sopan di sekitar kampus, dan juga di luar umumnya.

Berbalik kepada ulasan akhbar yang saya baca tu, kod pakaian yang dihuraikan oleh penulis adalah tentang masyarakat sekarang umumnya generasi muda. Zaman sekarang ini seperti telah kembali semula seperti sebelum zaman peradaban atau civilization yang melanda dunia. Tak kira agama atau bangsa, trendnya tetap sama. Contoh pemakaian sekarang yang semakin menular adalah fesyen tak cukup kain, ketat, mendedah tubuh dan sebagainya. Fesyen sebegini memang terjadi masa zaman jahiliyah di mana-mana sahaja, baik orang Arab ke, orang asli ke, orang Eropah ke(sekadar beberapa contoh). Kemudian selepas itu apabila zaman peradaban muncul, kemajuan sosial juga turut berlaku seiring. Bukan hanya sekadar tamadun Islam sahaja. Tengok saja cerita-cerita Inggeris zaman dahulu, pakaian mereka sangat sopan, kemas dan elegan, baik lelaki mahupun wanita. Mana ada fesyen singkat, jarang, berlubang, koyak semua macam sekarang. Hal ini kerana selaras dengan kemajuan peradaban, mereka juga yakin pemakaian yang sopan dan kemas ini akan menyebabkan mereka dihormati dan dipandang tinggi oleh masyarakat.

Sebenarnya dalam Al-Quran sendiri telah meletakkan garis panduan pemakaian yang cukup jelas. Tidak menyusahkan dan tidak pula keterlaluan, memang just nice. Jadi untuk yang masih tercari-cari imej diri dan garis panduan pemakaian, jawapannya memang dah lama ada.Tapi sayangnya sekarang ramai yang taknak ikut, terus buat fesyen sendiri. Itu yang jadinya bertudung tapi tak ikut syariat, menutup aurat tapi ketat (alamak bunyi macam pantun pulak).

Jadinya minggu lalu selepas saya emphasized beberapa kali tentang attire yang betul kepada pelajar baru, saya sangat gembira dan terharu sebab ramai kemudiannya tanya saya macam mana attire yang betul, siap ada yang minta maaf lagi sebab tak ikut guideline attire. Tak tahulah mereka memang ada kesedaran, ataupun takut kena tegur lagi (sebab saya kakak fasi yang garang?? Hehe mana ada). Saya ni bersangka baik sajalah kan.

Saya pun cakap pada adik-adik ni, pakai tudung biar kemas, jangan selempang, pakai brooch. Baju tu pakai la saiz baju sendiri, jangan pakai yang adik punya saiz. Pakai stokin, long sleeves, bla bla bla. Lengan baju tu jangan tarik-tarik, elok-elok lengan panjang dah baju tu. Buruk sangat tengok org pakai tudung selempang (tudung roti canai?? First time dengar term ni), tarik-tarik sleeves semua. Ingat lawa ke pakai macam tu? Haha sorry, ni bukan personal opinion je sebab saya ni perempuan. Saya yakin ramai lelaki pun berpandangan sama juga.

Yang paling saya nak tekankan sebenarnya guideline attire ni bukannya saya saja-saja suruh, ataupun sebab peraturan universiti macam tu. Tapi ni peraturan Allah, Dia yang suruh. Takkan kita nak degil pulak. Kalau Dia nak, dan-dan sekarang je Dia boleh cabut nyawa kita, jadi tak sempat nak bertaubat. Jadi pengalaman jadi `dresscode faci' (alamak, buat term sendiri)minggu lepas tu sebenarnya saya ambil iktibar untuk mengajar diri sendiri dan adik-adik tentang perkara yang sangat asas dalam kehidupan harian kita, iaitu pakaian dan pemakaian.

Semoga usaha yang sedikit ni bermanfaat dan diberkati, Insya Allah.

Monday, July 23, 2007

OREO ??


(Tapi..sejak bila pula biskut Oreo pernah ada logo halal??)
Ish..ish.. ish..
Tambah satu lagi barang dalam checklist barang diboikot.

Ya Allah, semoga Engkau mengampuni dosa hamba-Mu ini yang telah memakan biskut Oreo secara tak sengaja sebelum ni..Amin.
JOM BOIKOT!

Thursday, July 19, 2007

San Pietro di Vaticano

Salaam and good day.


A friend of mine requested for me to write something about my experience especially the Vatican City.

Well, I would say not many of people, especially Muslims, whom visited Rome had the chance to visit this Christian's holy country or to be exact, to enter the Basilica de San Pietro (St Peter's Cathedral) in the Vatican City.

Why not many people had visit this country?

Well, there are a few possible resons regarding this. Obviously this place will be very crowded especially when the Christians are having their ritual or religious ceremony like the Christmas, Good Friday or the Easter. If then, the tourists or the non-Christians certainly did not have the opportunity to visit this gigantic church. Besides, when there are special occasions for the Pope, e.g important presidents or diplomats are around town to visit him, yup, there are a mass policemen and securities all over the place, and they restrict the amount of people entering and exiting the country. But the most rigid reason that I've ever encountered so far is the perception and attitude of some of the Muslims about churches, let alone the biggest and holiest place for the Christians.

There is no doubt a Muslim CAN enter a church. In some opinion from the scholars, they even permit a Muslim to perform solah inside, but of course provided with concrete reasons. One thing for sure (correct me if I'm wrong), Muslims are not allowed to attend special rituals and religious ceremony of the non-Muslims cause those may affect our aqidah. You can click here to read the `hukum' of Muslims to enter churches. That's why, when I got this opportunity, I'd immediately told myself - GO FOR IT. This is a chance of a lifetime, and I really believe we can learn a lot from our observation, regardless our race, religion and other differences.

Inside the basilica

The famous sculpture by Michelangelo

I don't know what is this..

Gate of Heaven (??..their beliefs..)

St Peter's Piazza (Square)

I had to admit I felt quite uneasy the first time I step my foot in a church. That was in Salzburg, Austria, few days before I reach Vatican City. Also I must admit we need a strong will and courage and faith so you will learn and get useful information about other religion, without changing the slightest confidence and beliefs of your own. Nonetheless, it doesn't worth to feel too frightened or too pessimist about the whole situation. Always be in control and feel at ease.
One personal opinion that I share between me and my family, is that the basilica (big church, in Italian) obviously has a very beautiful design, both interior and exterior. From the tiles, the colours, the glass, the chandeliers and everything, there are really a state of art. But fortunately we'd went to the two holiest mosques for the Muslims, the Nabawi Mosque in Madinah and Masjidilharam in Makkah, we'd made our personal comparison. These two mosques perhaps are much more beautiful!! This is just a small personal note, and I know I'd learn a lot more than that.
The tiang-tiang yang banyak

The model..(sorry, bro=P)

The fountain

I am always proud to be a Muslim. I know all of you are, too.

Saturday, July 14, 2007

Thursday, July 12, 2007

Impian Palestin-Impian Kita Semua

Assalamualaikum dan salam sejahtera.


Sesekali tak rugi kiranya kita menyorot dan menghayati kisah-kisah tragis, suka duka sahabat, saudara seIslam kita yang beribu batu jauhnya. Negara yang tidak pernah aman semenjak kali terakhir bumi ini diperintah sepenuhnya oleh kerajaan Islam, dan sentiasa akan menjadi rebutan antara dua pihak kerana kesucian dan sejarahnya yang sangat unik.

Novel Impian Palestin ini sangat mengujakan, sarat dengan informasi dan perincian pergolakan tentang apa yang benar-benar sedang dihadapi oleh saudara-saudara kita di bumi suci Palestin. Walaupun sebetulkan novel ini adalah campuran fiksyen dan fakta, saya yakin apa yang digambarkan tidak banyak lari daripada realiti sebenar yang berlaku di sana. Kisah yang digambarkan sungguh menginsafkan dan penuh dengan campuran emosi- ngeri, sedih, marah, kecewa danpenuh suka duka kerana mengambil latar hidup survival warga Palestin sehari-hari.

Antara babak yang ingin saya kongsikan di sini adalah apabila seorang pemuda Islam tiba-tiba berlari ke arah sekumpulan tentera Israel yang menceroboh kawasan rakyat Islam Palestin dengan tujuan untuk membaling batu dari jarak dekat. Namun baru beberapa langkah, pemuda itu tersungkur dan menyembah bumi kerana ditembak berkali-kali oleh pengganas Israel (ya, golongan Israel ini yang patut dan sebetulnya dicop pengganas!!). Setelah semua orang berkerumun melihat kejadian mengerikan ini, datanglah si ibu yang berlari mendapatkan sekujur tubuh kaku anaknya sambil meratap. Apa yang berlaku seterusnya sangatlah mengerikan. Sekumpulan tentera itu terus menembak si ibu pula bertubi-tubi sehingga syahid kedua beranak tersebut! Perasaan saya ketika membaca plot ini sukar digambarkan. Ngeri.Sedih.Marah.Kecewa.

Satu lagi soalan stereotaip, yang pernah juga terlintas dalam hati saya suatu masa dahulu, dan sering tertanya tanya oleh sesiapa yang kurang mengetahui tentang survival Palestin ini iaitu, kenapa orang Palestin berjuang dengan membaling batu ke arah tentera Israel, sedangkan Israel mempunyai kelengkapan perang yang cukup canggih dan hebat? Bukankah sudah semestinya orang Islam akan kalah?Kenapa tak dicuba strategi lain?

Kita perlu sedar bahawa umat Islam Palestin secara umum tidak dapat menerima sebarang senjata dari negara luar. Sedang bahan makanan pun terhad, apatah lagi alatan perang. Namun mereka berjiwa pejuang, mereka tidak pernah takut mati. Mereka terus gunakan apa yang ada pada mereka, malah suicide bombing juga dihalalkan bagi mereka kerana situasi yang sungguh getir. Mereka diperlakukan seburuk ini hanya kerana agama yang mereka anuti. Sedarlah kita, rejaman batu yang bertubi-tubi pun mampu membunuh tentera Israel yang memang sedia penakut itu. Kalau tak bunuh jasad, bunuh keberanian dalam jiwa mereka. Mereka terus berusaha dan berikhtiar dengan apa saja yang ada pada mereka. Lihat, betapa sanggup mereka berjuang kerana Islam. Sedangkan kita? Apa sangat yang kita hadapi sehari-hari? Jangan sampai kita kufur nikmat, makin banyak kemudahan yang Allah berikan makin jauh kita dari-Nya. Nauzubillah minzalik.

Cuma berkongsi sedikit sebanyak, selebihnya anda boleh baca sendiri dari novel yang diadaptasi dari bahasa Itali ini. Harganya pun sangat murah, sekadar RM14.90. Semoga kita mendapat manfaat daripadanya, Insya - Allah.

Wednesday, July 04, 2007

Dari Wien ke Roma

Salam,

(This entry was made based on requests which I could not resist. However it will be a very brief one, besides it would be my own personal note for the future)

In the beginning of the semester break, I was having a family vacation to a place fully arranged by Abah. I went there 2 days after my last paper for the final exam, so just imagine I was quite rushed to settle things on time. But then, takde ape2 nak di rush kan pun. My elder brother had arranged his working leave well and my other bro already in a mids of semester break. Thus, I just joined the crowd, infact that the holiday was planned especially for me to fit in (due to my unusual `school' holiday compared to other IPTs)

(halamak I've started blabbering the unnecessaries, I did promise this would be a short one right?? Huhu sorry)


Okay, we joined a 10 days tour covering Austria and Italy. To be precise, the places we went were Vienna-Salzburg-Innsbruck (three places in Austria) and Verona-Venice-Florence-Pisa-Rome ( in Italy). That explains why it need 10 days to complete, since the distance on the road altogether was more than 1000km. Yep , we also had lots of exercise and calories burning all the way.Here are bits of my experience along the way. (takleh la nak letak semua kan, ada 600+ gambar semuanya..huhu)

Vienna (Wien)

Vienna is the capital of Austria, a German-speaking country and it looks typically European. Err, means the old Victorian building, smartly-dressed people rushing everywhere (all of them seems very busy). Also the country is very economically and politically stable, its standard of living is higher than the Italians.Maksudnye, barang kat sini memang mahal ok.




Here's an amateur model in front of Belvedere ( a famous garden in Vienna). He went `adik, tangkap gambar Ame depan bus stop nih! Hehe'`OK OK..' Whatever, bro.(dalam hati) haik , depan bus stop pun nak amik gambar?

The Schonbraunn Palace, our first pit-stop in Vienna.
Back then a succesful queen ruled the entire empire, she was known as Maria Theresia. And the famous Napoleon Bonaparte had some blood relation with this royal family indeed. Yup ladies and gents, Napoleon actually originated in Austria!

Salzburg

This place is a must to visit whenever you come to Austria.It is the kampung of Mozart and the very place where they shoot the legendary movie `Sounds of Music'.It is a beautiful small town, with rivers dividing the Old and New Town.

If you watch the Sound of Music, you would certainly remember this garden!

This is the river dividing the Old and New Town.The bridge's under maintenance, as you can see in the pic

Innsbruck

This small town is our favourite! A popular skiing place during winter, once hosted a winter Olympic games! We were awed by the Alps and the snowcaps on top of the mountains, something you won't see back in our hometown. This is also the hometown of Swarovski Crystals (girls, takkan tak tau? guys if tak tau Swarovski Crystals, then you're forgiven). Yup the famous man-made crystals. The crystals here are much more beautiful since it used pure, fresh mountain water as part of the main elements in making the crystals.

The scenery in Kristallwalten (Crystal World). This place displayed thousands of Swarovski Crystals and its usage. By the way crystal is not only meant for accessories, but its also important in futuristic movies-making to create the light effects.

Among the Crystals displayed and for sale

The fascinating Alps! However we experienced massive global warming this year so we won't see plenty of snow on top of the mountain.

Verona
The first city to visit when we entered Italy. Here we can see The Arena (smaller version of Collosseum) and Juliet's House. You should've heard about Shakespeare's masterpiece, the Romeo and Juliet right? (cerita cinta dua darjat).They were actually existed for real.

The heavily vandalised signboard. Casa Giuletta means Juliet's House

My bro again, in front of the city hall. To his right was the Arena ( not in pic)

Venice

Have you watched Casiono Royale? I haven't, but I heard they made some shoots over here. And what's so romantic about Venice? I'm yet to get the answer..(maybe I'm just not a romantic person.Haha). Venice is an island with unpredictable weather..yup in personal note,we learnt our lesson.

The famous gondola in Venice

The sporting Datuk Hon's family
Florence (Firenze)
An old city where the first industrial revolution started.
View of Florence from a hilltop

Pisa

Pisa is very beautiful..it is actually a small village came to life just because its famous leaning tower.The leaning tower's sister you can find right here in Teluk Intan..hehe

Rome (Roma)

Last not least, we arrived in out last stop, which is also the capital city of Italy.The locals called it Roma. We coincidently had the same schedule as the American President, George Bush when he paid a visit to Rome. This caused us to walk extra miles due to closed roads and thousands of policemen scattered around Rome city. What a luck.

My Mom and the sporting aunties..oops, they referred themselves as Charlie's Angels~ ain't they cute?? Hoho

The Vatican City..(cam tak caye bleh sampai kat tempat ni.Btw tak jumpe pun Pope. Dia busy nak prepare meeting ngan Bush kot)

Banyak kan polis? Ni semua Bush punya pasal..takut sgt orang nak serang dia

Constantine and the Forum Ruins. Rome was a huge empire thousands of years ago

The ever famous Collosseoum..tapi sekarang dah takde orang main Gladiator lagi (kalau ade teringin gak I nak tengok)
Kesimpulan daripada cerita di atas: Saya banyak belajar daripada budaya orang lain, di samping dapat jumpa masyarakat dunia khususnya Europeans.Makin banyak kita mengembara, sepatutnya makin dekat kita dengan Allah, kan? Tapi apa-apa pun peribahasa ni memang suits me best: Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri..lebih baik di negeri sendiri.. hehe
Allright, enough for now. Sorry for the decreasing dictation towards the end of the entry..sudah penat dan malas dah nak tulis. (erm, brief laa sangat entry ni..huhu)I haven't even had my breakfast yet...until then, enjoice=)

Why lack of entries?

Spanish steps (ini adalah nama tempat okay)

Salam and good day to all,

Sorry for the lack of entries these days. Its ironic though, since I'm actually in a midst of my semester break, and I was constantly being at home for more than one week until now. For me, blogging needs mood and clear mind. I'm simply pelik, since I did lots of blogging when I'm being pressured with lots of work, and vice versa. Previously during my internship period, I always blogged right after I received instructions and work briefing from my superior. Also last semester, I did blog when I was due to have a test the day after. Haha, that's just me being natural.

Since I'm not doing serious thinking these days (I mean without assignments, meetings, upcoming tests whatsoever) thus I'm quite reluctant to write. It took me quite some time to compose any entry since I know it will reflect myself and maybe make impacts to the readers, so a peace state of mind and a clear objective is very important each time. Sounds complicated, huh? Nah, its not. I'm just dwindling within myself, that's why. And I'm actually in a middle of composing quite a lengthy entry about my previous long journey, so be patient okay? Hehe.(ayat bajet)

Since then, I wish you guys the brightest days ahead=)

"It is better to sit alone than in company with the bad; and it is better still to sit with the good than alone. It is better to speak to a seeker of knowledge than to remain silent; but silence is better than idle words." (Bukhari)

Tuesday, July 03, 2007

Tanggungjawab kita melebihi masa yang kita ada...

Jadi gunakan masa sebaik-baiknya.

Wednesday, June 27, 2007

Apa kata anda?

Saya terjumpa artikel ni dari sebuah blog, yang diambil daripada forwarded email. Mungkin anda pun terima forwarded email ni kot? Saya selalu rasa diri saya ni seorang `health conscious' (walaupun kadang-kadang kalau mengidam ke stressed out ke atau on vacation ke, selalu terus terlupa diet seimbang yang saya puja sangat ni). Saya tak berhajat nak ulas panjang sebab saya bukan pakar perubatan atau yang mendapat pendidikan khusus tentang biologi/fisio/medikal, namun saya rasa artikel ini agak menarik dan wajar diberi perhatian. Mungkin anda semua boleh baca dan komen, kalau taknak komen di sini komen sendiri-sendiri pun takpe.

Assalamualaikum wbt

Dari tahun 1980 hingga 1985, saya mengajar di tiga buah sekolah dari SMK Sultan Ahmad Shah Cameron Highland, Sekolah Mahmud Raub dan akhir sekali di Sekolah Menengah Sains Raub. Saya mengajar subjek utama biologi tingkatan 4 dan 5 di samping beberapa subjek lain. Dalam subjek biologi ini saya menggalakkan pelajar saya untuk memakan hati kerana menurut sains, hati kaya dengan pelbagai khasiat seperti sumber zat besi yang sangat diperlukan oleh tubuh badan. Saya tidak pernah membuktikan sama ada benar dakwaan sains ini tetapi itulah yang perlu saya ajarkan kerana ia terdapat di dalam sukatan pelajaran biologi dari dulu sampai sekarang.


Para doktor juga telah diberikan ilmu yang sama iaitu hati sama ada hati ayam atau hati lembu mengandungi sumber zat besi yang tinggi yang sangat diperlukan tubuh. Namun Islam mengajarkan sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ilmu sains ini iaitu mafhumnya lebih kurang begini “Janganlah kamu makan organ dalaman”. Walau pun Nabi berkata jangan tetapi ulamak lebih menjatuhkan hukum makhruh dalam keadaan ini dan bukan mengharamkannya. Organ dalaman adalah organ selain daging yang terkandung dalam tubuh haiwan seperti:

1. Hati
2. Jantung
3. Paru-paru
4. Perut
5. Hempedal
6. Buah pinggang
7. Jantung
8. Buah pinggang
9. Telur ayam yang belum keluar dari perut ayam
10. Telur ikan.

Sains menggalakkan makan hati kerana khasiat zat besinya yang sangat diperlukan manusia sedangkan Islam melarang dari memakan hati ini. Mana yang anda pilih? Sains atau pesan Nabi Muhammad SAW ini?

Kembali kepada pengalaman membesarkan anak sulung 25 tahun lalu, setelah berbagai makanan rapu termasuk berbagai jenama minuman bergas diberikan, sewaktu anak saya berusia 2 tahun, ia sudah menghadapi satu masalah, beliau mudah letih dan tidak bermaya. Saya dan isteri membawa anak kesayangan ke klinik di Raub Pahang. Doktor Cina di klinik ini sangat rapat dengan saya dan isteri kerana isteri doktor ini mengajar matapelajaran Biologi di sekolah yang sama dengan Isteri saya.

Setelah membuat semakan dan ujian termasuk melihat di dalam kelopak mata bahagian bawah, doktor mengatakan bahawa anak saya sudah mempunyai masalah anemia atau bahasa mudahnya kurang darah atau lebih tepatnya darah anak saya ini kekurangan sel darah merah menyebabkan warna darahnya kurang merah. Doktor menasihati kami berdua agar memberikan anak sulung kami ini makan banyak hati seperti hati ayam. Doktor juga ada memberikan supplement untuk anak kami tersebut.

Bermula dari saat ini setiap kali balik dari sekolah, sewaktu singgah di pasar Raub, saya akan membeli sekilo hati ayam untuk diberikan kepada anak disamping makanan ayah dan ibunya. Walaupun dengan supplement dan hati ayam yang diberikan, keadaan kesihatan anak saya semakin merosot. Ia semakin sangat mudah letih. Beliau hanya akan menjadi penonton apabila sepupunya bermain atau rakan-rakannya berlari berkejar-kejaran.

Perniagaan doktor ini semakin maju maklumlah saya kerap ke kliniknya boleh dikatakan setiap bulan selain dari sakit demam. Pada usia anak saya ini 4 tahun, doktor Cina ini dah surrender dan merujukkan kes anak saya ini ke Hospital Universiti Petaling Jaya. Saya dan isteri terpaksa mengambil cuti membawa anak menemui doktor pakar kanak-kanak. Anak saya diambil darahnya dan doktor minta anak saya dimasukkan ke dalam wad kanak-kanak. Bacaan hemoglobin dalam darah anak saya cuma 4.2 sedangkan orang biasa sepatutnya dalam lingkungan 12 dan ke atas. Allah saja yang mengetahuinya azab yang kami lalui. Hasil pemeriksaan doktor, mereka mengatakan anak saya kena anemia Talesemia (umur sel darah merah pendek berbanding normal 120 hari). Saya tidak ada ilmu ketika itu tentang apa itu (Talesemia). Saya menelefon kakak ipar saya di Tapah bertanyakan apa itu Talesemia. Subhanallah, penjelasannya sangat mengerikan. Kanak-kanak penghidap talesemia selalunya meninggal dunia sebelum usia mencecah 7 tahun. Adakah saya akan kehilangan anak sulung yang dikasihi?

Sudah tidak tahu apa yang perlu dibuat, saya berkunjung ke sebuah farmasi di Kajang mencari sesuatu yang boleh saya usahakan untuk mengubati masalah anak saya. Saya ternampak sebuah ubat supplement buatan Amerika dalam bentuk cecair bernama NUTROPLEX. Saya tawakkal membelinya dan memberikan ubat ini kepada anak saya. Alhamdulillah bacaan hemoglobin anak saya meningkat sehingga ada waktunya kepada bacaan 7.
Satu perkara lain selain masalah masalah yang telah disebutkan di atas, anak saya ini kerap sekali menghadapi demam secara purata 2 kali sebulan dari usia 2 tahun sehingga berusia 13 tahun. Pendek kata, sekolah memang terpaksa selalu tidak hadir kerana demam.
Begitulah masalah yang kami hadapi membesarkan anak sulung ini sehingga berusia 13 tahun. Kerap demam dan tidak bermaya serta mudah letih. Kemuncak masalah ini ialah bila satu ketika saya mendapat panggilan telefon dari isteri mengatakan anak saya terpaksa dimasukkan ke hospital kerana demam yang serius. Waktu ini saya sudah mula berguru dengan arwah guru saya. Segala masalah anak saya sudah sedia dalam makluman arwah guru cuma menanti saat yang sesuai sahaja untuk memberitahu kepada saya.

Dalam saat kebingungan mengenangkan anak dimasukkan ke hospital kerana demam yang serius, saya menelefon arwah guru saya. Setelah saya menjelaskan cerita sebenarnya, arwah memberitahu saya agar mencari sebanyak mungkin buah delima masak di mana-mana kampung dan berikanlah makan kepada anak saya. Alhamdulillah saya berjaya mencari agak banyak juga buah delima kampung dan saya menyuapkan kepada anak saya. Alhamdulillah selepas beberapa hari, anak saya dibenarkan keluar dari wad hospital.
Bermula dari saat inilah saya terpaksa akur sahaja dengan apa yang disarankan oleh arwah guru saya. Sebelumnya, saya memang banyak membantah kata-kata arwah guru, maklumlah saya lulusan universiti (biologi & kimia) sedangkan arwah guru sekadar pengamal perubatan tradisional dan tok guru agama. Arwah guru saya menasihati agar :

1. Elakkan dari makan sebarang organ dalaman seperti hati dsbnya.
2. Elakkan makanan rapu seperti coklat, maggi mee, twisties, ding dang, double decker, burger, nugget,sausage dan sebagainya
3. Elakkan minuman bergas
4. Elakkan jeruk-jeruk kering dan basah
5. Makan sayur-sayuran yang berzat seperti sayuran hijau dan pahit.
6. Makan buah delima
7. Makan epal hijau.

Selepas tiada pilihan (doktor dan pakar sudah diusahakan) melainkan mencuba kaedah rawatan arwah guru semata-mata, akhirnya saya bersyukur kepada Allah SWT bahawa inilah kaedah yang tepat untuk merawat kes anak saya. Sejak dari saat ini, anak saya ini kelihatan semakin sihat dan segar dan akhirnya kekerapan menghidap demam pun telah menjadi sejarah. Syukur Alhamdulillah terima kasih kepada Mu ya Allah di atas rahmatMu.

Bermula dari saat ini saya sudah berpusing 180 darjah. Saya menyumpah kepada ilmu sains yang mengajarkan bahawa makan hati boleh membawa kebaikan kepada manusia. Saya menyumpah juga kepada diri saya yang selama ini mengajarkan kepada pelajar-pelajar saya satu ilmu yang sebenarnya membawa mudharat kepada manusia. Ampunilah dosa ku ya Allah kerana mengajarkan ilmu sesat di sekolah dahulu (ilmu makan hati untuk menambah darah).

Saya yakin bahawa saranan ilmu sains bahawa memakan hati haiwan adalah baik untuk menambah darah adalah ilmu songsang yang diajarkan oleh orang Yahudi agar umat manusia menjadi tidak sihat. Orang Yahudi ini beranggapan jikalau dunia ini dipenuhi oleh orang Yahudi semata-mata, alangkah indahnya. Mereka ingin membunuh umat lain selain Yahudi secara senyap. Tanggapan saya ini adalah berdasarkan bahawa orang Yahudi ini sangat mempelajari ilmu di dalam Al Quran dan hadis cuma mereka tidak beriman sahaja. Mereka ingin menggunakan ilmu ini untuk merosakkan dan membunuh umat Islam. Saya berkata demikian kerana ilmu sains dari barat mengajarkan untuk memakan hati sedangkan orang Yahudi , Amerika dan England tidak makan hati. Mereka juga tidak makan kepala ikan seperti disarankan Nabi sedangkan orang Melayu Islam di Malaysia makan hati dan kepala ikan.

Memakan hati bukan sekadar tidak membantu meningkatkan paras hemoglobin darah malahan memakannya akan mengundang pelbagai mudharat lain yang Allah dan RasulNya saja yang mengetahui dengan tepat. Pengalaman anak saya serta didiagnosed oleh doktor sebagai pesakit leukemia sudah cukup mengajar saya betapa mudharatnya memakan hati. Anak saya telah memakan hati ayam dengan begitu banyak sekali semenjak berusia 2 hingga 13 tahun. Subhanallah.

Kepada mereka yang taksub dengan ilmu sains dan perubatan moden, waspadalah, berbagai agenda tersembunyi dimasukkan oleh Yahudi dan Nasrani di dalam ilmu sains dan perubatan moden. Mereka mengajarkan tidak ada ubat bagi menyembuhkan penyakit seperti diabetes, jantung dan bengkak hati sedangkan Allah dengan jelas menyatakan setiap penyakit diturunkan Allah bersama ubat melainkan mati.

Kepada ibu bapa yang bakal mendapat kenaikan gaji baru pada Ogos akan datang ini, saya ingin berpesan bahawa kitalah sebenarnya yang banyak meracuni anak-anak dan diri kita sendiri dengan cara memberikan makanan yang sama sekali tidak sepatutnya untuk dimakan oleh anak-anak dan diri kita. Setengah manusia sangat redha dan seronok untuk diracuni dengan menghisap rokok, minum arak dan menghisap dadah.

Sekian wassalam wallahualam.

P/S: FYI saya memang tak makan sangat organ dalaman, air gas, jeruk etc..(ok admit, kadang2 consume jugak kalau takpat kawal diri)..so its good to hear your opinion juga pasal ni. Atau paling tidak, kita sama-sama ambil iktibar daripada cerita encik ini.

Tuesday, June 26, 2007

Double standard hukum Allah?

( ini post tertangguh selama 2 hari)

Saya suka hari Ahad..antara sebabnya hari Ahad di rumah saya akan ada 4-5 jenis surat khabar. Jadi berjam-jam jugak la nak baca semua, tambahan pula Ahad biasanya surat khabar lebih tebal dan berita lebih banyak. Kalau berkesempatan saya akan baca kesemuanya, termasuk akhbar sisipan yang memuatkan berita artis-artis yang macam-macam ceritanya tu.

Satu perkara yang saya pelajari, siapa kata baca akhbar sisipan is totally a waste of time? Memang majoritinya tiada berita pun, sibuk gosip sensasi dan khabar angin yang entah betul entah tak. Kebanyakan hanya nak melariskan surat khabar je. But then saya jumpa satu berita menarik, tentang satu artis comel yang baru saja membotakkan kepala..ya, siapa lagi!

Amani telah mendapat liputan frontpage kebanyakan akhbar arus perdana sewaktu dia bertindak nekad membotakkan kepala. Seterusnya dia telah mendapat respon dan komen daripada pelbagai pihak termasuk orang kenamaan dan tokoh agama. Mufti Selangor dan Mufti Perak juga telah menegaskan pandangan mereka dari sudut agama dalam isu ini, yang membawa kesimpulan bahawa wanita yang membotakkan kepala itu menyerupai lelaki dan tanpa alasan yang kukuh seperti masalah kesihatan dan sebagainya, hukumnya HARAM.

OK fine, everybody had read about that in the past several days. Hanya nak bagi sedikit intro tentang isu ini. Tapi dalam akhbar Bintang Popular Ahad lepas, Yasmin Ahmad telah membuat tindakan kurang bijak walaupun mungkin dia mempunyai niat murni untuk membela Amani. Jika anda lost atau tak pernah baca berita ini, boleh rujuk di sini:

Kenapa Yasmin perlu tuding jari pada orang lain?

Saya berpendapat sebelum Yasmin tuding jari pada orang lain yang tak tutup aurat sambil memalukan orang tersebut (sedangkan dia tak kenal pun orang tu), lebih baik Yasmin tuding jari kepada diri sendiri dulu. Perlakuan dia ni dah lah memalukan orang lain, dan seperti membela sesuatu yang melampaui hukum Allah (dengan membela tindakan Amani membotakkan kepala). Ya, niat dia menegur wanita lain itu untuk tutup aurat memang bagus, tapi teguran sebegini ada seninya dan memang dilarang dalam Islam untuk mengaibkan orang lain. Lagi satu, wajarlah dia tutup aurat dahulu sebelum nak tegur orang lain supaya tutup aurat, kan?

Jadinya isu ini ada persamaan dengan isu presiden Iran, Abdullah Khatami yang dituduh bersalaman dengan wanita di Itali bulan lalu. Benar atau tidak isu yang digembar-gembur ini saya serahkan kepada rakyat Iran untuk menilai, tapi bagaimana pula dengan perilaku yang sama dilakukan oleh pemimpin negara kita?(sedikit ulasan mengenai hal ini boleh anda baca di sini). Tiada orang nak kecam ke? Mungkin sebab dah selalu sangat terjadi perkara ini jadi semacam telah dihalalkan(?) dan tiada masalah pun setakat berjabat tangan lelaki dan wanita..

Kita semua menganut agama Islam yang sama, bukan? Isu double standard seperti ini bukan isu baru lagi, di mana segelintir manusia gemar menunjuk salah orang dan lupa tentang salah sendiri. Macamlah sesetengah orang ada privilege atau imuniti untuk tak perlu menurut perintah Allah yang jelas dan nyata, seperti menutup aurat dan batasan pergaulan antara lelaki dan perempuan. Mengapa sesetengah orang diherdik begitu teruk, sedang sesetengah lain boleh buat macam tiada apa-apa yang berlaku, macam mereka tiada kaitan langsung dengan hal ini?

Sedarlah wahai umat Islam sekelian, segala hukum yang Allah tetapkan itu berkuatkuasa kepada semua umat Islam, termasuk anda dan saya, termasuk tokoh politik, golongan kenamaan, pemimpin negara, nelayan, surirumah, pelajar, alim ulama..pendek kata SEMUA. Tiada siapa yang terkecuali. Semoga isu double standard sebegini tak lagi berlegar dalam minda umat Islam khususnya di negara kita, dan semoga semua orang sedar dengan hakikat kejadian manusia di bumi ini. Jika perintah Allah pun kita taknak patuhi, habis kita nak patuhi perintah siapa?

Wallahua'lam.

Wednesday, June 20, 2007

Salam and good day,
I went to a place where MUSIC is a very important state of art- where some famous Western musicians were born and originate back in 200 years ago. These geniuses really know their talent and passion towards music. What really important is, they are born with brains, and they are willing to learn.Yes, that's the keyword, LEARN.
Mozart statue (not really a Mozart though, since he was actually a small guy..)

A Chopin's memoriabilia (ala-ala kat Bintang Walk tu)
What I really want to emphasize is, we have to learn to LEARN from them.By heart, not just for the sake of something, maybe exams or tests or personal preferences. We are quite indifferent from each other, but the will to learn and improve ourselves, and also our faith to Allah make the differences.
Mozart's House ( now turned into Mozart's Museum)
I didn't fancy these Westerners though, because I knew Islamic civilization back then had produced thousands of geniuses and philosophers in various field of knowledge, just we are out of luck to preserved each and every proofs and manuscripts for the eyes of future generations. Most of it had been destroyed intentionally/unintentionally during wars and other unfortunate circumstances.
Richard Strauss' golden statue

Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa yang menginginkan kesejahteraan di dunia,
hendaklah menguasai ilmu,
dan barangsiapa menginginkan kesejahteraan hidup di akhirat,
maka hendaklah dia menguasai ilmu,
dan barangsiapa inginkan kesejahteraan di dunia dan di akhirat,
hendaklah dia menguasai ILMU.
Also, I would like to share the most important part I learnt from my little experience, combined with my recent reading with all of you:
Hadith dari Rasulullah saw: Barangsiapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah ketakwaannya, maka tidak ada suatu pun yang bertambah dalam dirinya kecuali jauh dari Tuhan.
(hadith extracted from Bila Tuhan Berbicara-Faisal Tehrani 2007)

Tuesday, June 19, 2007

Berita hangat minggu ini

Assalamualaikum dan salam sejahtera,



Berita paling gempar sepanjang minggu ni tentunya kes perbicaraan pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibu. Bermula hari Isnin lalu, setiap hari kita dikejutkan dengan berita panas dari dewan mahkamah. Sampaikan berita terkini di saluran media utama pun memaparkan lintas langsung dari mahkamah.Pendek kata tiada cerita lain yang lagi panas dari cerita ini.


Semasa kes ini menjadi frontpage hampir kesemua akhbar utama di seluruh negara tahun lepas, rasa seperti tak percaya pembunuhan berprofil tinggi macam ni boleh berlaku di negara kita. Untuk pembaca novel thriller tegar, mesti anda terbayangkan novel Agatha Christie atau Sidney Sheldon(ehem, minus the inappropriate part.Anyway I wont' recommend Sheldon's books to you guys.Buang masa.Trust me ). Dan sekarang memang macam novel John Grisham, di mana perbicaraan sedang berlaku dan macam-macam cerita pelik kita dengar. Tapi kali ini, this is for real. It happens in our beloved country.

Hari ini baru hari ketiga, dan pendakwa raya masih menyoal saksi pertama, Balasubramaniam, penyiasat persendirian yang diupah oleh tertuduh ketiga kes, Abdul Razak Baginda beberapa hari sebelum pembunuhan Altantuya.Semestinya perbicaraan ini memakan masa yang lama, dan yang lebih menarik mesti ramai yang ingin tahu kaitannya dengan beberapa orang besar negara dan juga dikatakan bertujuan untuk mengelak kebocoran maklumat rahsia yang diketahui oleh Altantuya.


Benarkah Najib terlibat? Apakah kaitan kes ini dengan komisyen pembelian kapal selam yang bernilai beratus juta ringgit? Apakah sebenarnya yang diketahui oleh Altantuya? Mengapakah di kalangan sesetengah peguam dan hakim sendiri seakan ada konspirasi yang mencurigakan? Mengapakah ada peguambela yang menarik diri kerana dikatakan ada tekanan dan campur tangan dari pihak ketiga dalam kes anak guamnya?


Banyak betul persoalan dan teori sendiri dalam kes ini. Jadi sama-samalah kita berdoa agar perbicaraan yang adil dan saksama dapat dibuat, serta semoga pesalah sebenar akan dapat dihukum dengan balasan setimpal. Bukankah adil itu, meletakkan yang hak pada tempatnya?


Kalau dilihat dari perspektif lain, saya yakin ramai terkejut dengan keseluruhan kes ini. Betapa tiada rasional (atau boleh dikatakan, tiada iman) yang diambilkira oleh pelaku jenayah sehingga sanggup membunuh dan lebih teruk, meletupkan mayat si mangsa dengan kejam. Agama apakah yang menyuruh perilaku sedemikian? Memang tiada. Sudahlah yang tertuduh adalah orang berpengaruh dan sekutunya adalah pihak berkuasa, pihak POLIS! Atau worse come to worst, ada kuasa tertinggi yang menjadi dalang dan menghalalkan pembunuhan ini untuk melindungi kepentingan tertentu. Perkara sebegini akan mengakibatkan impak negatif di mana Islam akan difitnah kerana melakukan kekejaman (kerana kebetulan yang tertuduh semuanya orang Islam), walaupun sebenarnya hanya beberapa individu yang tidak bertanggungjawab, yang mengkhianati agama, bangsa dan negara yang terlibat.


Saya tak berniat nak mengulas panjang lebar tentang hal ini, sebab ianya telah lama jadi perbincangan orang yang lebih arif-dari wartawan, orang-orang kenamaan, para penjawat awam, golongan profesional sehingga ulama dari tahun lepas lagi. Cumanya bagi saya, kita sebagai individu/mahasiswa/rakyat perlu mengikuti kes ini (dan isu semasa yang lain) agar kita boleh mengetahui dan menganalisis sendiri perkembangan yang berlaku di tanah air kita. Itu belum cerita isu-isu luar negara atau pun sirah lalu yang tak kurang pentingnya.


Saya yakin ramai lagi antara kita yang tak tahu atau pun tak mahu ambil tahu tentang hal ini. Setakat baca frontpage headline akhbar utama dan berkata `Eh, dahsyatnyaa' kemudian kembali menyelak bab Hiburan, Berita Sensasi atau Intisari Rancangan.Come on la, saya dulu pun pernah buat macam tu gak, sebab tu saya tahu.Tiada sikap empati mahupun simpati dalam mengambil tahu hal orang lain, asyik sibuk dengan hal diri sahaja semata-mata.


Akhir kata, semoga penyakit `I DON'T KNOW, AND I DON'T CARE' yang melanda majoriti mahasiswa kita sekarang dapat dihapuskan, jika tidak pun dikurangkan sedikit demi sedikit.

Insya Allah.

Tuesday, June 12, 2007

Back for good

Salam and good day,
I'm back for good.
It's been almost two days at home, to be exact.
I'm having a jet lag for the first time in my life.Yes, I'm already at home for two days yet still experienced the jet lag.Maybe it's due to sleep routine I had for the past 11 days on the road, wich is very different from the time at home. You see, I spent almost everyday slept after Maghrib and Isya jama' qasar prayer(about at 9.00 pm) after a long tiring day and woke up for Subuh (at 3.00 am) with occasional awakening in between. Talks about summer time..:)

Dubai Airport (4 hours transit)

This is only introduction part, so I'm not intend to talk in details about my long vacation. I even planned to write based on topics, not in exact sequence. This journey is so far the longest I ever had for long distance vacation, and I actually learned a lot. Yes, A LOT. Of unique and differences of cultures, beliefs, sceneries and people in other part of the world, of the invaluable experience that coudn't be bought with money, of the wonderful persons I met throughout the journey, of the initial plan to create stronger bond within the family and of course, of the ultimate power of our Ultimate Creator of the beautiful world and its masterpieces, that would undoubtedly strengthen the Iman of the believers. If I'm not gaining each and every objectives that I've set earlier, I hope I got a bit of this and that so that the whole journey would worth every single cents and every seconds of time spent.

Gorgeous Ferrari at the Airport

Just a brief introduction and some travelling tips... (manalah tau ada orang nak travel tak lama lagi..hehe)

If you ever had plans to travel in four season countries in the future, it is very much recommended to travel in summer time, like NOW. The only reason is you will have longer daylight, which reduce the time crisis to perform your daily prayers. For example, in my case, I performed jama' qasar everyday for 10 days, sinch I hopped to different places everyday which entitled me to have the musafir privilege. The whole hopping distance is more than 1000km, minus the distance to reach there by airplane. So you can travel all day and can perform jama' takhir and qasar before 8.45pm (approximate time for azan Maghrib)!Especially if you travel in tours, which means you've constraint to be on time and following the schedules. But the major drawback is summer time is always the high season time, where there is a long summer holiday and a lot of tourists travel at this time.

Breathtaking scenery

Also, this is the first time my family and I joined a tour through respective travel agency, so this is a totally new experience for us. We used to have `free and easy' holiday, which means we arranged everything by ourselves, from transportation, hotel, food-everything. But this time there was someone arranging everything for us, and we just have to follow the schedule.
Initially I would prefer the free and easy type of vacation since we can arrange everything and have our own sweet time, but of course we will land on the major cities only and have limited place to visit, since of course, we are not familiar with the places. Unless you've your own local guide or you have personal experience being there in the past-then it's not a problem. If you're engaged in a tour, of course there are other people travel with you, referred as the tour members (so less privacy there) and certainly you have a tour guide. Normally tour guide, or in tourism term is called `tour leader' is a Malaysian who is very expert on the place that you are about to visit. Which means, you will be visiting even some infamous towns and small villages (at least, infamous to you) which has their own attractions. You won't have the same experience if you arrange everything yourself, since this is the matter of lack of knowledge and experience and often transportation difficulties.

Subhanallah, beautiful Alps!

Other than that, a typical Malay travellers should equipped themselves with necessities- travelling adaptor, kettle, rice cooker, iron ( if you thing those are necessities for you. They were certainly for me!). If you can stand weird or unfamiliar food from time to time, that is your major advantage then. Or else, packed some rice, sambal ikan bilis, serunding or even instant noodles to avoid starvation. Ok I'm exaggerating, you wont' starve by the way. Besides difficulties to find halal food, it is typical for a Malay to rindu nasi and makanan pedas, right? So kudos to students who study abroad, for like, 5 years? I personally doubt if I ever can survive (hehe). One good tip, if you guys rindu nasik dan taknak bawak beras from home, just find the nearest Chinese restaurant and certainly they have steamed rice over there. Mind you, Chinese restaurant is all over the places in the world and you won't have trouble to find one.

OK enough about tips, now I sound like a tour guide myself..huhu

From a hilltop

Allright then, will talk more about this later. Have other important mission to be accomplished, thus I'll be quite busy for some time.

To IPT students, enjoy your holiday=)
To people yang nak exam, selamat exam!!;P (this one especially for you, hazel)
To persons yang baru bergelar graduan, happy graduating! Semoga cepat dapat kerja, Ameen..

Friday, June 01, 2007

Hikmah Kembara

London's Eye

Opera House, Sydney
Eiffel Tower, Paris

Hikmah Kembara -Mirwana
Di sini kau berdiri
berpijak di bumi
menjunjung langit yang luas
Pernahkah kau berfikir
alam penuh rahsia
anugerah yang maha esa

Berjalan,bermusafirlah
melihat kebesaran tuhan yang
diciptakan untuk mereka yang berfikir
dan bersyukur di atas nikmat dan kurnianya
nilai harganya,iman dan taqwa
bagi hamba yang setia

Tiada beza warna,kulit atau rupa
yang ada hanya insan yang lemah
dengan satu tujuan mencari keredhaan
dan berbudi di bumi tuhan

Fikirkanlah..dimana arah kita
Renungilah..hikmah kembara
menuju kasih
buktikan cinta kita..kepadanya..
ini kembara kita

Berjalan dan bermusafirlah
untuk melihat kebesarannya
lantas berfikir dan bersyukur
diatas nikmat dan kurnianya
nilai harganya iman dan taqwa
bagi hamba yang setia
Di kala habis exam ni, terasa ingin menyahut seruan Mirwana...
So long, then..pray for my safety okay:)
(oh yes, I won't be blogging for approximately ten days..don't miss me:P)