Bagaimana, bergetar tak jiwa kita bila baca ayat nie?
Thursday, August 23, 2007
Getar
Bagaimana, bergetar tak jiwa kita bila baca ayat nie?
Wednesday, August 22, 2007
The remainings
Saturday, August 11, 2007
All You can Eat?
Saya sangat tertarik dengan tagline yang saya jumpa di laman web Ustaz Hasrizal (link boleh didapati di kanan anda, post mana bolehlah anda cari sendiri ya) yang berbunyi :
LIFE IS ALL-YOU-CAN-EAT BUFFET.
Maksudnya lebih kurang seperti kebaikan dalam kehidupan ini adalah untuk dinikmati bersama, bukan sendiri-sendiri, atau bersifat eksklusif untuk sesetengah orang sahaja. Atleast, beginilah lebih kurang yang saya fahami.
Macam selalu saya buat, saya telah terr-tukar sedikit perspektif ayat ini lebih kurang 90 darjah. Sekilas pandang, saya sangkakan tagline ini bermaksud lain: Iaitu kehidupan ini adalah seperti buffet yang boleh kita makan semuanya kalau kita mahu, tapi persoalannya perlukah kita makan semuanya walaupun itu yang dihidangkan di depan mata kita?
Saya teringat lebih sebulan lalu apabila Ma belanja kami sekeluarga makan buffet sebab dapat diskaun untuk buffet dinner itu. Memang banyak sangat makanan, daripada kambing panggang, western food, oriental food, pelbagai jenis rendang (rendang pucuk pegaga pun ada!!=P), desserts sampailah ke buah-buahan tempatan termasuk durian, semua pun ada. Pendek kata memang meriah la. Tapi secara realitinya, kami takpun makan setiap satu makanan yang disediakan. Tak larat satu hal, satu lagi sebab tentulah setiap orang ada preference masing-masing.Jadi hanya makanan yang disukai je dipilih, yang selebihnya tak dimakan pun.
Ok itu semua analogi je sebenarnya. Nak cakap sebenarnya kehidupan kita ni pun macam buffet tu jugak, segalanya terhidang di depan mata, yang baik, buruk, segalanya ada.Kalau kita nak, memang kita boleh ambil semua sekali, tapi perlukah kita ambil semua? Dan terpulang kepada kebijaksaan iman dan akal kita memilih yang mana kita mahukan dalam hidup. Bukannya main redah je semua, yang buruk, baik, semua kaut... dengan alasan hidup ini hanya sekali, atau pun kita ni masih muda lagi, jadi kita ENJOY!! (oops, macam penah dengar je kan??)
Satu lagi mindset masyarakat yang pernah saya bincangkan dengan ibu bapa saya.Yup , kami berbincang dari sekecil-kecil hal sampai la isu-isu semasa. Seronok :) Situasinya, ramai orang beranggapan kalau seorang lelaki pergi ke negara jiran (baca :Thailand, specifically : Bangkok) terutama kalau pergi tanpa keluarga atau isteri, mesti ada maksud lain (anda faham kan?). Jadi para isteri dan ibu pun risaulah yang teramat, fikir yang bukan-bukan kalau suami outstation ke sana. Tapi jawapan ibu dan ayah saya senang saja. Kalau kita betul cari benda tu, mesti kita akan jumpa. Tak payah pergi ke Bangkok pun, di KL sahaja dah banyak hotspots sebegitu. Kalau tak cari, tak jumpalah! Senang kan:) Orang yang jumpa tu dia memang sendiri pergi cari. Kalau niat baik untuk bekerja atau melancong saja, insya Allah tiada masalah. Kesimpulannya jangan cari penyakit..
Life is all about choices. So choose!
(Idea ini dicedok daripada seorang motivator yang terkenal dengan program Take Charge!nya. Siapa? Boleh cari sendiri ya..google pun boleh:)
Haa panjang tak kupasan pemahaman yang saya fikir apabila membaca tagline di atas tu, walhal maksudnya agak lari daripada maksud sebenar penulis dalam rencana asalnya kan. Tapi tak kisah la, asalkan kita dapat ambil pengajaran daripada apa-apa yang kita buat, lihat, dengar dan rasai.
Its amazing how human's brain works, isn't it :)
Thursday, August 09, 2007
Solution
I've found the solution of my problem =)
http://www.flickr.com/photos/norshahira/
Words are main priority in this blog, but pictures can be seen there..
Enjoy=)
AZAN: THE AMAZING PHENOMENON
Amazing as it sounds, but fortunately for the Muslims of the world, it is an established fact. Have a lookat a map of the world and you will find Indonesia on the eastern side of the earth. The major cities of Indonesia are Java, Sumatra , Borneo and Saibil. As soon as dawn breaks on the eastern side of Saibil, at approximately 5:30 am local time, Fajar Azaan begins. Thousands of Muazzins in Indonesia begin reciting the Azaan. The process advances towards West Indonesia . One and a half hours after the Azaan has been completed in Saibil, it echoes in Jakarta . Sumatra then follows suit and before this auspicious process of calling Azaan ends in Indonesia, it has already begun in Malaysia .
Burma is next in line, and within an hour of its beginning in Jakarta, it reaches Dacca, the capital ! city of Bangladesh . After Bangladesh , it has already prevailed in western India , from Calcutta to Srinagar . It then advances towards Bombay and the environment of entire India resounds with this proclamation. Srinagar and Sialkot (a city in north Pakistan )have the same timing for Azaan. The time difference between Sialkot , Quetta ,and Karachi is forty minutes, and within this time, Fajar Azaan is heard throughout Pakistan . Before it ends there, it has already begun in Afghanistan and Muscat .
The time difference between Muscat and Baghdad is one hour. Azaan resounds during this one hour in the environments of Hijaaz-e-Muqaddas (Holy cities of Makkah and Madinah), Yemen , United Arab Emirates , Kuwait and Iraq . The time difference between Baghdad and Alexandria in Egypt is again one hour. Azaan continues to resound in Syria, Egypt , Somalia and Sudan during this hour. The time difference between eastern and western Turkey is one and a half hours, and during this time it is echoed with the call to prayer. Alexandria and Tripoli (capital of Libya ) are located at one hour's difference. The process of calling Azaan thus continues throughout the whole of Africa . Therefore, the proclamation of the Tawheed and Risaalat that had begun in Indonesia reaches the Eastern Shore of the Atlantic Ocean after nine and half hours.
Prior to the Azaan reaching the shores of the Atlantic , the process of Zohar Azaan has already started in east Indonesia , and before it reaches Dacca , Asar Azaan has started. This has hardly reached Jakarta one and half hours later, the time of Maghrib becomes due, and no sooner has Maghrib time reached Sumatra, the time for calling Isha Azaan has commenced in Saibil! When the Muazzins of Indonesia are calling out Fajar Azaan, the African Muazzins are calling the Azaan for Isha.
If we were to ponder over this phenomenon thoughtfully, we would conclude the amazing fact that there is not even a single moment when hundreds of thousands of Muazzins around the world are not reciting the Azaan on the surface of this earth. Even as you read this aterial right now, you can be sure there are atleast thousands of people who are hearing and reciting the Azaan!!!
Allah said, "If you are ashamed of me, I will be ashamed of you."
-Yes, I love Allah. Allah is my fountain of Life and My Savior. Allah keeps me going day and night. Without Allah, I am no one. But with Allah, I can do everything. Allah is my strength-
Sunday, August 05, 2007
Friday, August 03, 2007
Rajuk
(nak edit HTML pun tak boleh!!)
Akan kembali apabila rajuk saya hilang.
Sekian.
Friday, July 27, 2007
Of influencing and creating impacts
OK then, nevermind.It doesn't matter anyway.
But personally, it does. I love browsing through websites or blogs which have beautiful and colourful designs with plenty of pictures in it. I mean, who doesn't?
That rings a bell in my head. The same concept should be applied in various other situations, e.g during presentation, verbal communication or even writing as a matter of fact. This is all about influencing, convincing and attracting others to listen or read your thoughts. To convey your messages by any means, verbally or literally, you must have various methods and attractive ones too. This includes visual aids, body language, gestures, voice intonations, different ways of writing.. (okay, now I sounds like a PCS or Technical Writing lecturer pulak..)
To make things simple, I just want to say :
If you write a blog, make it simple, interesting and understandable. Convey your message clearly and add some personal touch in it. Most readers love personal touch. Copy paste thingy seldom give remarkable impacts, seriously.
If you make presentation or public speaking, include appropriate emphasization in important keypoints, continuous eye contacts with your audience and good body language as well.
If you communicate with others, say it from the heart, because it would receive by another heart too. Be sincere, regardless your method of approaching. Sincerity always works.
I'm not really sure why I'm writing this, but most probably due to my observations to the other new bloggers or my juniors who are still in early stage, to learn to convey their thoughts and messages to other people. Nonetheless, I'm not that good, and I'm still learning too although I can be considered as `warga tua' in the campus. Hehe. Just want to give a few humble opinions and suggestions, that won't harm anyway.
Learn from cradle to the grave, right?
Tuesday, July 24, 2007
Dresscode
Baru-baru ini saya ada terbaca tentang ulasan mengenai kod pakaian (dresscode) yang semakin diabaikan oleh generasi masa kini. Tak silap, ulasan itu datang dari Presiden Persatuan Pengguna Pulau Pinang yang memang sering menjuarai isu-isu kemasyarakatan seperti ini.
Teringat tentang `portfolio' atau tugasan saya seminggu lalu apabila menjadi fasilitator pelajar baru. Perkara yang saya sering utarakan adalah dresscode atau pun `attire' setiap pelajar, baik pelajar baru ataupun fasilitator sendiri. Satu garis panduan disediakan untuk pelajar ikuti sepanjang minggu orientasi yang bertujuan untuk mendisiplinkan mereka dan membiasakan mereka dengan pemakaian sopan, kemas dan cantik. Salah ke berpakaian sopan, kemas dan cantik?? Perkara yang sama digariskan dalam peraturan universiti, yang saya yakin ada juga di dalam buku peraturan universiti lain. Tapi hakikatnya ramai yang tak tahu, atau lebih tepat tak nak ambil tahu, ataupun degil jugak nak pakai baju selekeh, seksi atau tak sopan di sekitar kampus, dan juga di luar umumnya.
Berbalik kepada ulasan akhbar yang saya baca tu, kod pakaian yang dihuraikan oleh penulis adalah tentang masyarakat sekarang umumnya generasi muda. Zaman sekarang ini seperti telah kembali semula seperti sebelum zaman peradaban atau civilization yang melanda dunia. Tak kira agama atau bangsa, trendnya tetap sama. Contoh pemakaian sekarang yang semakin menular adalah fesyen tak cukup kain, ketat, mendedah tubuh dan sebagainya. Fesyen sebegini memang terjadi masa zaman jahiliyah di mana-mana sahaja, baik orang Arab ke, orang asli ke, orang Eropah ke(sekadar beberapa contoh). Kemudian selepas itu apabila zaman peradaban muncul, kemajuan sosial juga turut berlaku seiring. Bukan hanya sekadar tamadun Islam sahaja. Tengok saja cerita-cerita Inggeris zaman dahulu, pakaian mereka sangat sopan, kemas dan elegan, baik lelaki mahupun wanita. Mana ada fesyen singkat, jarang, berlubang, koyak semua macam sekarang. Hal ini kerana selaras dengan kemajuan peradaban, mereka juga yakin pemakaian yang sopan dan kemas ini akan menyebabkan mereka dihormati dan dipandang tinggi oleh masyarakat.
Sebenarnya dalam Al-Quran sendiri telah meletakkan garis panduan pemakaian yang cukup jelas. Tidak menyusahkan dan tidak pula keterlaluan, memang just nice. Jadi untuk yang masih tercari-cari imej diri dan garis panduan pemakaian, jawapannya memang dah lama ada.Tapi sayangnya sekarang ramai yang taknak ikut, terus buat fesyen sendiri. Itu yang jadinya bertudung tapi tak ikut syariat, menutup aurat tapi ketat (alamak bunyi macam pantun pulak).
Jadinya minggu lalu selepas saya emphasized beberapa kali tentang attire yang betul kepada pelajar baru, saya sangat gembira dan terharu sebab ramai kemudiannya tanya saya macam mana attire yang betul, siap ada yang minta maaf lagi sebab tak ikut guideline attire. Tak tahulah mereka memang ada kesedaran, ataupun takut kena tegur lagi (sebab saya kakak fasi yang garang?? Hehe mana ada). Saya ni bersangka baik sajalah kan.
Saya pun cakap pada adik-adik ni, pakai tudung biar kemas, jangan selempang, pakai brooch. Baju tu pakai la saiz baju sendiri, jangan pakai yang adik punya saiz. Pakai stokin, long sleeves, bla bla bla. Lengan baju tu jangan tarik-tarik, elok-elok lengan panjang dah baju tu. Buruk sangat tengok org pakai tudung selempang (tudung roti canai?? First time dengar term ni), tarik-tarik sleeves semua. Ingat lawa ke pakai macam tu? Haha sorry, ni bukan personal opinion je sebab saya ni perempuan. Saya yakin ramai lelaki pun berpandangan sama juga.
Yang paling saya nak tekankan sebenarnya guideline attire ni bukannya saya saja-saja suruh, ataupun sebab peraturan universiti macam tu. Tapi ni peraturan Allah, Dia yang suruh. Takkan kita nak degil pulak. Kalau Dia nak, dan-dan sekarang je Dia boleh cabut nyawa kita, jadi tak sempat nak bertaubat. Jadi pengalaman jadi `dresscode faci' (alamak, buat term sendiri)minggu lepas tu sebenarnya saya ambil iktibar untuk mengajar diri sendiri dan adik-adik tentang perkara yang sangat asas dalam kehidupan harian kita, iaitu pakaian dan pemakaian.
Semoga usaha yang sedikit ni bermanfaat dan diberkati, Insya Allah.
Monday, July 23, 2007
OREO ??
Thursday, July 19, 2007
San Pietro di Vaticano
A friend of mine requested for me to write something about my experience especially the Vatican City.
Well, I would say not many of people, especially Muslims, whom visited Rome had the chance to visit this Christian's holy country or to be exact, to enter the Basilica de San Pietro (St Peter's Cathedral) in the Vatican City.
Why not many people had visit this country?
Well, there are a few possible resons regarding this. Obviously this place will be very crowded especially when the Christians are having their ritual or religious ceremony like the Christmas, Good Friday or the Easter. If then, the tourists or the non-Christians certainly did not have the opportunity to visit this gigantic church. Besides, when there are special occasions for the Pope, e.g important presidents or diplomats are around town to visit him, yup, there are a mass policemen and securities all over the place, and they restrict the amount of people entering and exiting the country. But the most rigid reason that I've ever encountered so far is the perception and attitude of some of the Muslims about churches, let alone the biggest and holiest place for the Christians.
There is no doubt a Muslim CAN enter a church. In some opinion from the scholars, they even permit a Muslim to perform solah inside, but of course provided with concrete reasons. One thing for sure (correct me if I'm wrong), Muslims are not allowed to attend special rituals and religious ceremony of the non-Muslims cause those may affect our aqidah. You can click here to read the `hukum' of Muslims to enter churches. That's why, when I got this opportunity, I'd immediately told myself - GO FOR IT. This is a chance of a lifetime, and I really believe we can learn a lot from our observation, regardless our race, religion and other differences.
Inside the basilica
The famous sculpture by Michelangelo
St Peter's Piazza (Square)I had to admit I felt quite uneasy the first time I step my foot in a church. That was in Salzburg, Austria, few days before I reach Vatican City. Also I must admit we need a strong will and courage and faith so you will learn and get useful information about other religion, without changing the slightest confidence and beliefs of your own. Nonetheless, it doesn't worth to feel too frightened or too pessimist about the whole situation. Always be in control and feel at ease.
Saturday, July 14, 2007
Thursday, July 12, 2007
Impian Palestin-Impian Kita Semua
Wednesday, July 04, 2007
Dari Wien ke Roma
(This entry was made based on requests which I could not resist. However it will be a very brief one, besides it would be my own personal note for the future)
In the beginning of the semester break, I was having a family vacation to a place fully arranged by Abah. I went there 2 days after my last paper for the final exam, so just imagine I was quite rushed to settle things on time. But then, takde ape2 nak di rush kan pun. My elder brother had arranged his working leave well and my other bro already in a mids of semester break. Thus, I just joined the crowd, infact that the holiday was planned especially for me to fit in (due to my unusual `school' holiday compared to other IPTs)
(halamak I've started blabbering the unnecessaries, I did promise this would be a short one right?? Huhu sorry)
Okay, we joined a 10 days tour covering Austria and Italy. To be precise, the places we went were Vienna-Salzburg-Innsbruck (three places in Austria) and Verona-Venice-Florence-Pisa-Rome ( in Italy). That explains why it need 10 days to complete, since the distance on the road altogether was more than 1000km. Yep , we also had lots of exercise and calories burning all the way.Here are bits of my experience along the way. (takleh la nak letak semua kan, ada 600+ gambar semuanya..huhu)
Vienna (Wien)
Vienna is the capital of Austria, a German-speaking country and it looks typically European. Err, means the old Victorian building, smartly-dressed people rushing everywhere (all of them seems very busy). Also the country is very economically and politically stable, its standard of living is higher than the Italians.Maksudnye, barang kat sini memang mahal ok.
This small town is our favourite! A popular skiing place during winter, once hosted a winter Olympic games! We were awed by the Alps and the snowcaps on top of the mountains, something you won't see back in our hometown. This is also the hometown of Swarovski Crystals (girls, takkan tak tau? guys if tak tau Swarovski Crystals, then you're forgiven). Yup the famous man-made crystals. The crystals here are much more beautiful since it used pure, fresh mountain water as part of the main elements in making the crystals.
Venice
Pisa
Rome (Roma)
Why lack of entries?
Salam and good day to all,
Sorry for the lack of entries these days. Its ironic though, since I'm actually in a midst of my semester break, and I was constantly being at home for more than one week until now. For me, blogging needs mood and clear mind. I'm simply pelik, since I did lots of blogging when I'm being pressured with lots of work, and vice versa. Previously during my internship period, I always blogged right after I received instructions and work briefing from my superior. Also last semester, I did blog when I was due to have a test the day after. Haha, that's just me being natural.
Since I'm not doing serious thinking these days (I mean without assignments, meetings, upcoming tests whatsoever) thus I'm quite reluctant to write. It took me quite some time to compose any entry since I know it will reflect myself and maybe make impacts to the readers, so a peace state of mind and a clear objective is very important each time. Sounds complicated, huh? Nah, its not. I'm just dwindling within myself, that's why. And I'm actually in a middle of composing quite a lengthy entry about my previous long journey, so be patient okay? Hehe.(ayat bajet)
Since then, I wish you guys the brightest days ahead=)
"It is better to sit alone than in company with the bad; and it is better still to sit with the good than alone. It is better to speak to a seeker of knowledge than to remain silent; but silence is better than idle words." (Bukhari)
Tuesday, July 03, 2007
Wednesday, June 27, 2007
Apa kata anda?
Assalamualaikum wbt
Dari tahun 1980 hingga 1985, saya mengajar di tiga buah sekolah dari SMK Sultan Ahmad Shah Cameron Highland, Sekolah Mahmud Raub dan akhir sekali di Sekolah Menengah Sains Raub. Saya mengajar subjek utama biologi tingkatan 4 dan 5 di samping beberapa subjek lain. Dalam subjek biologi ini saya menggalakkan pelajar saya untuk memakan hati kerana menurut sains, hati kaya dengan pelbagai khasiat seperti sumber zat besi yang sangat diperlukan oleh tubuh badan. Saya tidak pernah membuktikan sama ada benar dakwaan sains ini tetapi itulah yang perlu saya ajarkan kerana ia terdapat di dalam sukatan pelajaran biologi dari dulu sampai sekarang.

Para doktor juga telah diberikan ilmu yang sama iaitu hati sama ada hati ayam atau hati lembu mengandungi sumber zat besi yang tinggi yang sangat diperlukan tubuh. Namun Islam mengajarkan sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ilmu sains ini iaitu mafhumnya lebih kurang begini “Janganlah kamu makan organ dalaman”. Walau pun Nabi berkata jangan tetapi ulamak lebih menjatuhkan hukum makhruh dalam keadaan ini dan bukan mengharamkannya. Organ dalaman adalah organ selain daging yang terkandung dalam tubuh haiwan seperti:
1. Hati
7. Jantung
Sains menggalakkan makan hati kerana khasiat zat besinya yang sangat diperlukan manusia sedangkan Islam melarang dari memakan hati ini. Mana yang anda pilih? Sains atau pesan Nabi Muhammad SAW ini?
Bermula dari saat ini setiap kali balik dari sekolah, sewaktu singgah di pasar Raub, saya akan membeli sekilo hati ayam untuk diberikan kepada anak disamping makanan ayah dan ibunya. Walaupun dengan supplement dan hati ayam yang diberikan, keadaan kesihatan anak saya semakin merosot. Ia semakin sangat mudah letih. Beliau hanya akan menjadi penonton apabila sepupunya bermain atau rakan-rakannya berlari berkejar-kejaran.
Satu perkara lain selain masalah masalah yang telah disebutkan di atas, anak saya ini kerap sekali menghadapi demam secara purata 2 kali sebulan dari usia 2 tahun sehingga berusia 13 tahun. Pendek kata, sekolah memang terpaksa selalu tidak hadir kerana demam.
Begitulah masalah yang kami hadapi membesarkan anak sulung ini sehingga berusia 13 tahun. Kerap demam dan tidak bermaya serta mudah letih. Kemuncak masalah ini ialah bila satu ketika saya mendapat panggilan telefon dari isteri mengatakan anak saya terpaksa dimasukkan ke hospital kerana demam yang serius. Waktu ini saya sudah mula berguru dengan arwah guru saya. Segala masalah anak saya sudah sedia dalam makluman arwah guru cuma menanti saat yang sesuai sahaja untuk memberitahu kepada saya.
Dalam saat kebingungan mengenangkan anak dimasukkan ke hospital kerana demam yang serius, saya menelefon arwah guru saya. Setelah saya menjelaskan cerita sebenarnya, arwah memberitahu saya agar mencari sebanyak mungkin buah delima masak di mana-mana kampung dan berikanlah makan kepada anak saya. Alhamdulillah saya berjaya mencari agak banyak juga buah delima kampung dan saya menyuapkan kepada anak saya. Alhamdulillah selepas beberapa hari, anak saya dibenarkan keluar dari wad hospital.
Bermula dari saat inilah saya terpaksa akur sahaja dengan apa yang disarankan oleh arwah guru saya. Sebelumnya, saya memang banyak membantah kata-kata arwah guru, maklumlah saya lulusan universiti (biologi & kimia) sedangkan arwah guru sekadar pengamal perubatan tradisional dan tok guru agama. Arwah guru saya menasihati agar :
Selepas tiada pilihan (doktor dan pakar sudah diusahakan) melainkan mencuba kaedah rawatan arwah guru semata-mata, akhirnya saya bersyukur kepada Allah SWT bahawa inilah kaedah yang tepat untuk merawat kes anak saya. Sejak dari saat ini, anak saya ini kelihatan semakin sihat dan segar dan akhirnya kekerapan menghidap demam pun telah menjadi sejarah. Syukur Alhamdulillah terima kasih kepada Mu ya Allah di atas rahmatMu.
Bermula dari saat ini saya sudah berpusing 180 darjah. Saya menyumpah kepada ilmu sains yang mengajarkan bahawa makan hati boleh membawa kebaikan kepada manusia. Saya menyumpah juga kepada diri saya yang selama ini mengajarkan kepada pelajar-pelajar saya satu ilmu yang sebenarnya membawa mudharat kepada manusia. Ampunilah dosa ku ya Allah kerana mengajarkan ilmu sesat di sekolah dahulu (ilmu makan hati untuk menambah darah).
Saya yakin bahawa saranan ilmu sains bahawa memakan hati haiwan adalah baik untuk menambah darah adalah ilmu songsang yang diajarkan oleh orang Yahudi agar umat manusia menjadi tidak sihat. Orang Yahudi ini beranggapan jikalau dunia ini dipenuhi oleh orang Yahudi semata-mata, alangkah indahnya. Mereka ingin membunuh umat lain selain Yahudi secara senyap. Tanggapan saya ini adalah berdasarkan bahawa orang Yahudi ini sangat mempelajari ilmu di dalam Al Quran dan hadis cuma mereka tidak beriman sahaja. Mereka ingin menggunakan ilmu ini untuk merosakkan dan membunuh umat Islam. Saya berkata demikian kerana ilmu sains dari barat mengajarkan untuk memakan hati sedangkan orang Yahudi , Amerika dan England tidak makan hati. Mereka juga tidak makan kepala ikan seperti disarankan Nabi sedangkan orang Melayu Islam di Malaysia makan hati dan kepala ikan.
Kepada mereka yang taksub dengan ilmu sains dan perubatan moden, waspadalah, berbagai agenda tersembunyi dimasukkan oleh Yahudi dan Nasrani di dalam ilmu sains dan perubatan moden. Mereka mengajarkan tidak ada ubat bagi menyembuhkan penyakit seperti diabetes, jantung dan bengkak hati sedangkan Allah dengan jelas menyatakan setiap penyakit diturunkan Allah bersama ubat melainkan mati.
Tuesday, June 26, 2007
Double standard hukum Allah?
Saya suka hari Ahad..antara sebabnya hari Ahad di rumah saya akan ada 4-5 jenis surat khabar. Jadi berjam-jam jugak la nak baca semua, tambahan pula Ahad biasanya surat khabar lebih tebal dan berita lebih banyak. Kalau berkesempatan saya akan baca kesemuanya, termasuk akhbar sisipan yang memuatkan berita artis-artis yang macam-macam ceritanya tu.
Satu perkara yang saya pelajari, siapa kata baca akhbar sisipan is totally a waste of time? Memang majoritinya tiada berita pun, sibuk gosip sensasi dan khabar angin yang entah betul entah tak. Kebanyakan hanya nak melariskan surat khabar je. But then saya jumpa satu berita menarik, tentang satu artis comel yang baru saja membotakkan kepala..ya, siapa lagi!
Amani telah mendapat liputan frontpage kebanyakan akhbar arus perdana sewaktu dia bertindak nekad membotakkan kepala. Seterusnya dia telah mendapat respon dan komen daripada pelbagai pihak termasuk orang kenamaan dan tokoh agama. Mufti Selangor dan Mufti Perak juga telah menegaskan pandangan mereka dari sudut agama dalam isu ini, yang membawa kesimpulan bahawa wanita yang membotakkan kepala itu menyerupai lelaki dan tanpa alasan yang kukuh seperti masalah kesihatan dan sebagainya, hukumnya HARAM.
OK fine, everybody had read about that in the past several days. Hanya nak bagi sedikit intro tentang isu ini. Tapi dalam akhbar Bintang Popular Ahad lepas, Yasmin Ahmad telah membuat tindakan kurang bijak walaupun mungkin dia mempunyai niat murni untuk membela Amani. Jika anda lost atau tak pernah baca berita ini, boleh rujuk di sini:
Kenapa Yasmin perlu tuding jari pada orang lain?
Saya berpendapat sebelum Yasmin tuding jari pada orang lain yang tak tutup aurat sambil memalukan orang tersebut (sedangkan dia tak kenal pun orang tu), lebih baik Yasmin tuding jari kepada diri sendiri dulu. Perlakuan dia ni dah lah memalukan orang lain, dan seperti membela sesuatu yang melampaui hukum Allah (dengan membela tindakan Amani membotakkan kepala). Ya, niat dia menegur wanita lain itu untuk tutup aurat memang bagus, tapi teguran sebegini ada seninya dan memang dilarang dalam Islam untuk mengaibkan orang lain. Lagi satu, wajarlah dia tutup aurat dahulu sebelum nak tegur orang lain supaya tutup aurat, kan?
Jadinya isu ini ada persamaan dengan isu presiden Iran, Abdullah Khatami yang dituduh bersalaman dengan wanita di Itali bulan lalu. Benar atau tidak isu yang digembar-gembur ini saya serahkan kepada rakyat Iran untuk menilai, tapi bagaimana pula dengan perilaku yang sama dilakukan oleh pemimpin negara kita?(sedikit ulasan mengenai hal ini boleh anda baca di sini). Tiada orang nak kecam ke? Mungkin sebab dah selalu sangat terjadi perkara ini jadi semacam telah dihalalkan(?) dan tiada masalah pun setakat berjabat tangan lelaki dan wanita..
Kita semua menganut agama Islam yang sama, bukan? Isu double standard seperti ini bukan isu baru lagi, di mana segelintir manusia gemar menunjuk salah orang dan lupa tentang salah sendiri. Macamlah sesetengah orang ada privilege atau imuniti untuk tak perlu menurut perintah Allah yang jelas dan nyata, seperti menutup aurat dan batasan pergaulan antara lelaki dan perempuan. Mengapa sesetengah orang diherdik begitu teruk, sedang sesetengah lain boleh buat macam tiada apa-apa yang berlaku, macam mereka tiada kaitan langsung dengan hal ini?
Sedarlah wahai umat Islam sekelian, segala hukum yang Allah tetapkan itu berkuatkuasa kepada semua umat Islam, termasuk anda dan saya, termasuk tokoh politik, golongan kenamaan, pemimpin negara, nelayan, surirumah, pelajar, alim ulama..pendek kata SEMUA. Tiada siapa yang terkecuali. Semoga isu double standard sebegini tak lagi berlegar dalam minda umat Islam khususnya di negara kita, dan semoga semua orang sedar dengan hakikat kejadian manusia di bumi ini. Jika perintah Allah pun kita taknak patuhi, habis kita nak patuhi perintah siapa?
Wallahua'lam.
Wednesday, June 20, 2007
Tuesday, June 19, 2007
Berita hangat minggu ini
Berita paling gempar sepanjang minggu ni tentunya kes perbicaraan pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibu. Bermula hari Isnin lalu, setiap hari kita dikejutkan dengan berita panas dari dewan mahkamah. Sampaikan berita terkini di saluran media utama pun memaparkan lintas langsung dari mahkamah.Pendek kata tiada cerita lain yang lagi panas dari cerita ini.Semasa kes ini menjadi frontpage hampir kesemua akhbar utama di seluruh negara tahun lepas, rasa seperti tak percaya pembunuhan berprofil tinggi macam ni boleh berlaku di negara kita. Untuk pembaca novel thriller tegar, mesti anda terbayangkan novel Agatha Christie atau Sidney Sheldon(ehem, minus the inappropriate part.Anyway I wont' recommend Sheldon's books to you guys.Buang masa.Trust me ). Dan sekarang memang macam novel John Grisham, di mana perbicaraan sedang berlaku dan macam-macam cerita pelik kita dengar. Tapi kali ini, this is for real. It happens in our beloved country.
Hari ini baru hari ketiga, dan pendakwa raya masih menyoal saksi pertama, Balasubramaniam, penyiasat persendirian yang diupah oleh tertuduh ketiga kes, Abdul Razak Baginda beberapa hari sebelum pembunuhan Altantuya.Semestinya perbicaraan ini memakan masa yang lama, dan yang lebih menarik mesti ramai yang ingin tahu kaitannya dengan beberapa orang besar negara dan juga dikatakan bertujuan untuk mengelak kebocoran maklumat rahsia yang diketahui oleh Altantuya.
Benarkah Najib terlibat? Apakah kaitan kes ini dengan komisyen pembelian kapal selam yang bernilai beratus juta ringgit? Apakah sebenarnya yang diketahui oleh Altantuya? Mengapakah di kalangan sesetengah peguam dan hakim sendiri seakan ada konspirasi yang mencurigakan? Mengapakah ada peguambela yang menarik diri kerana dikatakan ada tekanan dan campur tangan dari pihak ketiga dalam kes anak guamnya?
Banyak betul persoalan dan teori sendiri dalam kes ini. Jadi sama-samalah kita berdoa agar perbicaraan yang adil dan saksama dapat dibuat, serta semoga pesalah sebenar akan dapat dihukum dengan balasan setimpal. Bukankah adil itu, meletakkan yang hak pada tempatnya?
Kalau dilihat dari perspektif lain, saya yakin ramai terkejut dengan keseluruhan kes ini. Betapa tiada rasional (atau boleh dikatakan, tiada iman) yang diambilkira oleh pelaku jenayah sehingga sanggup membunuh dan lebih teruk, meletupkan mayat si mangsa dengan kejam. Agama apakah yang menyuruh perilaku sedemikian? Memang tiada. Sudahlah yang tertuduh adalah orang berpengaruh dan sekutunya adalah pihak berkuasa, pihak POLIS! Atau worse come to worst, ada kuasa tertinggi yang menjadi dalang dan menghalalkan pembunuhan ini untuk melindungi kepentingan tertentu. Perkara sebegini akan mengakibatkan impak negatif di mana Islam akan difitnah kerana melakukan kekejaman (kerana kebetulan yang tertuduh semuanya orang Islam), walaupun sebenarnya hanya beberapa individu yang tidak bertanggungjawab, yang mengkhianati agama, bangsa dan negara yang terlibat.
Saya tak berniat nak mengulas panjang lebar tentang hal ini, sebab ianya telah lama jadi perbincangan orang yang lebih arif-dari wartawan, orang-orang kenamaan, para penjawat awam, golongan profesional sehingga ulama dari tahun lepas lagi. Cumanya bagi saya, kita sebagai individu/mahasiswa/rakyat perlu mengikuti kes ini (dan isu semasa yang lain) agar kita boleh mengetahui dan menganalisis sendiri perkembangan yang berlaku di tanah air kita. Itu belum cerita isu-isu luar negara atau pun sirah lalu yang tak kurang pentingnya.
Saya yakin ramai lagi antara kita yang tak tahu atau pun tak mahu ambil tahu tentang hal ini. Setakat baca frontpage headline akhbar utama dan berkata `Eh, dahsyatnyaa' kemudian kembali menyelak bab Hiburan, Berita Sensasi atau Intisari Rancangan.Come on la, saya dulu pun pernah buat macam tu gak, sebab tu saya tahu.Tiada sikap empati mahupun simpati dalam mengambil tahu hal orang lain, asyik sibuk dengan hal diri sahaja semata-mata.
Akhir kata, semoga penyakit `I DON'T KNOW, AND I DON'T CARE' yang melanda majoriti mahasiswa kita sekarang dapat dihapuskan, jika tidak pun dikurangkan sedikit demi sedikit.
Insya Allah.
Tuesday, June 12, 2007
Back for good
Dubai Airport (4 hours transit)
This is only introduction part, so I'm not intend to talk in details about my long vacation. I even planned to write based on topics, not in exact sequence. This journey is so far the longest I ever had for long distance vacation, and I actually learned a lot. Yes, A LOT. Of unique and differences of cultures, beliefs, sceneries and people in other part of the world, of the invaluable experience that coudn't be bought with money, of the wonderful persons I met throughout the journey, of the initial plan to create stronger bond within the family and of course, of the ultimate power of our Ultimate Creator of the beautiful world and its masterpieces, that would undoubtedly strengthen the Iman of the believers. If I'm not gaining each and every objectives that I've set earlier, I hope I got a bit of this and that so that the whole journey would worth every single cents and every seconds of time spent.
Friday, June 01, 2007
Hikmah Kembara
(oh yes, I won't be blogging for approximately ten days..don't miss me:P)






